Jurnal Perkuliahan 1
Subnetting, CIDR & VLSM, Classfull, dan Classless
Jaringan komputer telah menjadi tulang punggung dari infrastruktur teknologi informasi modern. Dalam upaya untuk mengelola jaringan dengan lebih efisien, penting bagi para profesional IT untuk memahami konsep-konsep seperti subnetting, CIDR, VLSM, serta perbedaan antara klasful dan classless.
Subnetting
Subnetting adalah teknik yang digunakan untuk membagi sebuah jaringan besar menjadi beberapa subnet yang lebih kecil. Hal ini memungkinkan administrator jaringan untuk mengatur alamat IP secara lebih efisien dan mengelola lalu lintas jaringan dengan lebih baik. Konsep dasar subnetting melibatkan penggunaan subnet mask untuk menentukan bagian dari alamat IP yang akan digunakan sebagai network dan bagian yang akan digunakan sebagai host. Contoh penerapan subnetting adalah saat sebuah perusahaan mengalokasikan subnet berbeda untuk departemen-departemen tertentu dalam organisasi mereka.
Subnet Mask
Subnet Mask adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID, menunjukkan letak suatu host (apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar). Apa subnet itu :• Jaringan fisik independent• Berbagi alamat jaringan dengan bagian-bagian lain dari jaringan yang lebih besar• Menggunakan bit dari bagian host dari alamat ip/ip address cadangan mereka untuk mendefinisikan alamat subnet/no subnet.
Mengapa menggunakan subnet :
• Mengontrol trafik jaringan lebih baik
• Memungkinkan aliran lalu lintas jaringan antara host yang akan dipisahkan, berdasarkan konfigurasi jaringan.
• Untuk mengatur lalu lintas ip
• Untuk meningkatkan keamanan jaringan dan kinerjanya dengan mengatur host ke dalam kelompok.
Bagaimana menggunakan subnet :
• Router digunakan antara subnet jaringan yang berbeda atau untuk mengontrol aliran data atau paket.
• Router tidak lain hanyalah jaringan perangkat keras yang mentransmisikan data berdasarkan kondisi preset transmisi dan keamanan.
Tujuan Subnetting
Tujuan dari subnetting adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengefisienkan pengalamatan (misal untuk jaringan yang hanya mempunyai 10 host, kalau kita menggunakan kelas C saja terdapat 254 – 10 =244 alamat yang tidak terpakai).
2. Membagi satu kelas network atas sejumlah subnetwork dengan arti membagi suatu kelas jaringan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
3. Menempatkan suatu host, apakah berada dalam satu jaringan atau tidak. Menempatkan suatu host, apakah berada dalam satu jaringan atau tidak.
4. Untuk mengatasi masalah perbedaaan hardware dengan topologi fisik jaringan.
5. Untuk mengefisienkan alokasi IP Address dalam sebuah jaringan supaya bisa memaksimalkan penggunaan IP Address.
6. Mengatasi masalah perbedaan hardware dan media fisik yang digunakan daam suatu network, karena Router IP hanya dapat mengintegrasikan berbagai network dengan media fisik yang berbeda jika setiap network memiliki address network yang unik.
7. Meningkatkan security dan mengurangi terjadinya kongesti akibat terlalu banyaknya host dalam suatu network.
Fungsi Subnetting
Fungsi subnetting antara lain :
• Mengurangi lalu-lintas jaringan, sehingga data yang lewat di perusahaan tidak akan bertabrakan (collision) atau macet.• Teroptimasinya unjuk kerja jaringan.• Pengelolaan yang disederhanakan.• Membantu pengembangan jaringan ke arah jarak geografis yang menjauh.
Proses Subnetting
Untuk melakukan proses subnetting kita akan melakukan beberapa proses antara lain :
1. Menentukan jumlah subnet yang dihasilkan oleh subnet mask. Jumlah Subnet = dimana x adalah banyaknya binari 1 pada segmen terakhir IP subnet mask (sesuai dengan kelas IP nya).2. Menentukan jumlah host per subnet. Jumlah Host per Subnet = dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada segmen terakhir IP subnet mask (sesuai dengan kelas IP nya).3. Menentukan Blok Subnet Blok Subnet = 256 – nilai desimal segmen terakhir IP subnet mask (sesuai dengan kelas IP nya)4. Alamat host dan broadcast yang valid, host pertama adalah satu angka setelah subnet, dan broadcast adalah satu angka sebelum subnet berikutnya.Menentukan alamat broadcast untuk tiap subnet.5. Menentukan host – host yang valid untuk tiap subnet.
Subnet Mask
• Mengontrol trafik jaringan lebih baik
• Memungkinkan aliran lalu lintas jaringan antara host yang akan dipisahkan, berdasarkan konfigurasi jaringan.
• Untuk mengatur lalu lintas ip
• Untuk meningkatkan keamanan jaringan dan kinerjanya dengan mengatur host ke dalam kelompok.
Bagaimana menggunakan subnet :
• Router digunakan antara subnet jaringan yang berbeda atau untuk mengontrol aliran data atau paket.
• Router tidak lain hanyalah jaringan perangkat keras yang mentransmisikan data berdasarkan kondisi preset transmisi dan keamanan.
Tujuan Subnetting
Tujuan dari subnetting adalah sebagai berikut:1. Untuk mengefisienkan pengalamatan (misal untuk jaringan yang hanya mempunyai 10 host, kalau kita menggunakan kelas C saja terdapat 254 – 10 =244 alamat yang tidak terpakai).
2. Membagi satu kelas network atas sejumlah subnetwork dengan arti membagi suatu kelas jaringan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
3. Menempatkan suatu host, apakah berada dalam satu jaringan atau tidak. Menempatkan suatu host, apakah berada dalam satu jaringan atau tidak.
4. Untuk mengatasi masalah perbedaaan hardware dengan topologi fisik jaringan.
5. Untuk mengefisienkan alokasi IP Address dalam sebuah jaringan supaya bisa memaksimalkan penggunaan IP Address.
6. Mengatasi masalah perbedaan hardware dan media fisik yang digunakan daam suatu network, karena Router IP hanya dapat mengintegrasikan berbagai network dengan media fisik yang berbeda jika setiap network memiliki address network yang unik.
7. Meningkatkan security dan mengurangi terjadinya kongesti akibat terlalu banyaknya host dalam suatu network.
Fungsi Subnetting
Proses Subnetting
CIDR & VLSM
CIDR (Classless Inter-Domain Routing) adalah metode yang digunakan untuk mengalokasikan dan mengelola alamat IP secara efisien. Dalam CIDR, alamat IP diidentifikasi dengan menggunakan notasi "alamat IP/prefix length". Prefix length menunjukkan jumlah bit yang digunakan untuk menentukan bagian network dari alamat IP. VLSM (Variable Length Subnet Mask) adalah pengembangan lebih lanjut dari konsep CIDR, di mana administrator jaringan dapat menggunakan subnet mask dengan panjang yang berbeda untuk setiap subnet dalam jaringan mereka. Ini memungkinkan penggunaan ruang alamat IP yang lebih efisien.
- CIDR (Classless Inter-Domain Routing)
Classless Inter-Domain Routing (CIDR) adalah sebuah cara alternatif untuk mengklasifikasikan alamat-alamat IP berbeda dengan sistem klasifikasi ke dalam kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, dan kelas E. Disebut juga sebagai supernetting. CIDR merupakan mekanisme routing dengan membagi alamat IP jaringan ke dalam kelas-kelas A, B, dan C.
CIDR (CLASSES INTERDOMAIN ROUTING) digunakan untuk mempermudah penulisan notasi subnet mask agar lebih ringkas dibandingkan penulisan notasi subnet mask yang sesungguhnya. Untuk penggunaan notasi alamat CIDR pada classfull address pada kelas A adalah /8 sampai dengan /15, kelas B adalah /16 sampai dengan /23, dan kelas C adalah /24 sampai dengan /28. Subnet mask CIDR /31 dan /32 tidak pernah ada dalam jaringan yang nyata.
VLSM (Variable Length Subnet Mask)
VLSM adalah pengembangan mekanisme subneting, dimana dalam vlsm dilakukan peningkatan dari kelemahan subneting klasik, yang mana dalam clasik subneting, subnet zeroes, dan subnet- ones tidak bisa digunakan. selain itu, dalam subnet classic, lokasi nomor IP tidak efisien.
Pada metode VLSM subnetting yang digunakan berdasarkan jumlah host, sehingga akan semakin banyak jaringan yang akan dipisahkan. Tahapan perhitungan menggunakan VLSM IP Address yang ada dihitung menggunakan CIDR selanjutnya baru dipecah kembali menggunakan VLSM. Maka setelah dilakukan perhitungan maka dapat dilihat subnet yang telah dipecah maka akan menjadi beberapa subnet lagi dengan mengganti subnetnya.
VLSM (Variable Length Subnet Mask)
Subnetting Classfull dan Classless
Subnetting Classfull
Classfull adalah pengalaman IP yang dibagi menurut kelasnya. Ada lima kelas yang berbeda dan ini adalah kelas yang berpengaruh terhadap ukuran jaringan. Empat bit yang pertama dari alamat IP dimanfaatkan untuk mengidentifikasi kelas.Contohnya, dari 5 kelas, A, B, C, D, dan E, kelas A – C digunakan untuk jaringan unicast, kelas D digunakan untuk jaringan multicast, dan kelas E dipersiapkan untuk penggunaan di masa mendatang. Bit untuk identifikasi kelas dapat diuraikan sebagai berikut:• A = 1 bit pertama IP Address 0
• B = 2 bit pertama IP Address 10
• C = 3 bit pertama IP Address 110
• D = 4 bit pertama IP Address 1.110
• E = 4 bit pertama IP Address 1.111Tetapi persoalan terlihat dengan arsitektur tersebut. Jika ukuran jaringan tersebut sangat besar, sudah pasti hal ini akan mengurangi tingkat fleksibilitas. Alhasil, terjadi pemborosan sebagian alamat. Untuk mengatasi masalah ini, munculah Router Inter Domain Classless atau CIDR pada tahun 1993. Jadi alamat IP dibagi menjadi 2 segi meliputi:• Sisi yang paling utama adalah alamat jaringan yang digunakan untuk identifikasi jaringan
• Sisi yang terpenting adalah host identifierIP Kelas C mempunyai rentang host 0 – 255 192. 168. 1. 0 – 192. 168. 1. 255. Lalu bagaimana jika komputer yang ada di kantor hanya terdiri dari 10? Jika kita menggunakan default netmask IP Kelas C 255. 255. 0, maka nanti ada beberapa IP yang tidak digunakan karena yang kita butuhkan hanya 10 IP.Tetapi jika kita hendak mengatur dan mengelola, tentu akan sulit karena kita bingung mana sa Aip yang sudah digunakan. Oleh sebab itu, digunakan CIDR yang biasanya dinotasikan dengan tanda slash atau “/” sehingga notasi yang digunakan /28.
Subnettng Classless
Secara sederhana classless dapat disimpulkan tidak menggunakan kelas atau tanpa adanya kelas. Jika dihubungan dengan pengalamatan IP, maka pengalamatan IP tanpa menggunakan kelas dengan menggunakan CIDR atau Classless Inter Domain Rouing.
Format pengalamatannya adalah dengan memberikan tanda “/” di belangan alamat IP kemudian diikuti variable panjang prefiks. Pengalokasian host atau IP yang dapat menggunakan subnet mask yang tidak sama dan didukung oleh routing protocol dapat memberikan informasi subnet sehingga dapat menghemat sejumlah alamat host atau IP.Saat ini cara classless addressing sudah mulai banyak dilakukan yakni melalui pengalokasian IP Address dengan notasi CIDR. Arti lainnya yang digunakan untuk memanggil sisi IP Adress ini menunjuk satu jaringan secara lebih khusus. Hal ini juga dimaksud dengan Network Prefix. Biasanya pada penulisan network prefix 1 kelas IP Address digunakan sinyal garis miring “/” dan diikuti angka yang memberikan network prefix dalam bit misalnya 192. 168. 0. 0/ 24
Comments
Post a Comment